
Rohil Riau21,—— Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) yang sempat terkendali, saat ini kembali menyala. Selain karena faktor alam yang sedang memasuki musim kemarau, karhutla di Rohil juga diduga disebabkan adanya unsur kesengajaan yakni disengaja dibakar oleh oknum tak bertanggung jawab.
“Karhutla di Rohil kembali meningkat. Ada yang titik baru dan ada juga yang titik lama terbakar kembali,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal, Ahad (3/8).
Dikatakannya, kondisi lahan gambut dan semak belukar yang terbakar membuat petugas gabungan kewalahan memadamkan api. Ditambah lagi angin yang bertiup kencang juga membuat api cepat membesar dan menyebar. “Karena itu, helikopter water bombing juga sudah dikerahkan ke lokasi untuk membantu upaya pemadaman,” ujarnya.
Dari hasil pengamatan di lapangan, pihaknya menduga ada pihak-pihak yang sengaja melakukan pembakaran lahan. Karena itu, koordinasi intensif dengan Polda Riau untuk menangani kasus karhutla ini ditingkatkan. “Padahal kami sudah sering melakukan sosialisasi, tapi masih ada juga yang membakar lahan. Pak Kapolda juga rasanya sudah tegas menindak pelaku karhutla, tapi masih ada juga yang melakukan,” sebutnya.
Sementara itu, untuk upaya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) saat ini juga masih terus dilakukan. Namun memang untuk wilayah di Rohil belum ditemukan adanya awan potensial. “Sehingga OMC dilakukan di wilayah lain, curah hujan di Rohil juga masih minim. Karhutla di daerah lain sudah terkendali, seperti di Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, dan Rokan Hulu,’’ ujarnya.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mendeteksi 184 titik panas berada di Rohil, Ahad (3/8). Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Bella R Adelia menjelaskan, peningkatan titik panas di Rokan Hilir membuat titik panas di Provinsi Riau juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
BMKG Pekanbaru mencatat, titik panas di Provinsi Riau terdeteksi 222 yang tersebar di Rokan Hilir 184, Bengkalis 22, Siak 9, Kota Dumai 2, Pelalawan 2, Rokan Hulu 2, dan Indragiri Hilir 1. “Di Pulau Sumatera terdeteksi 273 titik panas yang tersebar di Riau 222, Bangka Belitung 13, Sumatera Selatan 10, Sumatera Utara 10, Sumatera Barat 6, Jambi 8, Aceh 3, dan Lampung 1,” tuturnya.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Rohil Syafnurizal SE menyebutkan, puluhan titik api yang dikategorikan high atau rawan terjadinya karhutla di Rohil terpantau Ahad (3/8). “Ya terdapat 32 hotspot kategori high dari pemantauan aplikasi terkait,” kata Syafnurizal.
Selain dari hotspot kategori high tersebut, terangnya terdapat 300 lebih hotspot kategori medium, dan 12 titik kategori low, atau yang tidak berpotensi terjadinya karhutla, namun terpantau sebagai titik panas. Sebelumnya, Sabtu (2/8), terdapat 10 kecamatan se-Rohil yang mengalami karhutla dengan kondisi masih pemadaman dan masuk tahapan pendinginan.
Sementara berselang seharinya, kecamatan yang terdapat hotspot menurun tinggal menjadi enam kecamatan. “Tinggal menjadi enam kecamatan, di antaranya Kubu Babussalam, Simpang Kanan, Pasir Limau Kapas, Bangko Pusako, Sinaboi dan Tanah Putih,” kata Syafnurial.
Untuk sebaran hotspot yang terbanyak terdapat di Kubu Babussalam dengan 161 hotspot, di mana yang dikategorikan high sebanyak 21 titik. Selajutnya di Simpang Kanan dengan 102 titik dengan kategori high sebanyak tiga titik, di Pasir Limau Kapas 61 titik dan kategori high dengan tujuh titik.
“Berikutnya di Bangko Pusako terdapat 17 hotspot, namun yang kategori high hanya satu titik, di Sinaboi 6 titik tapi kategori medium atau potensi terjadinya karhutla. Selanjutnya di Tanah Putih juga terpantau lima titik dengan kategori medium,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT





























