Lain Beathor Lain Armando, Inilah Potret Politik Berhala

- Redaksi

Sabtu, 5 Juli 2025 - 01:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Sri Radjasa, M.BA (Pemerhati Intelijen)

SEPULUH tahun pemerintahan Jokowi, telah merubah wajah politik Indonesia, dipenuhi oleh luka demokrasi dan penghianatan terhadap cita-cita merdeka. Kekuasaan politik telah dijadikan berhala baru yang harus disembah sebagai ibadah fardhu ‘ain. Kekuasaan politik, memiliki kekuatan magis, untuk menundukan siapa saja yang kualitas keimanannya setipis kulit bawang.

Fanatisme penghambaan kepada Jokowi, melalui penciptaan berhala yang bernama relawan, terbukti secara instan menghadirkan luxury untuk para tokoh relawan. Pesona jokowi dengan magis kekuasaannya, memiliki andil terjadinya perubahan prilaku elite politik menjadi mata duitan dan materialistik.

ADVERTISEMENT

Banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendekatan nilai agama sebagai tuntunan hidup, tercampak dan teronggok disudut-sudut gubuk kumuh. Dalam etika politik Jokowi, rakyat hanya dijadikan tumbal bagi berhala politik. Mati dalam kemiskinan adalah takdir yang wajib dijalani rakyat, sebagai bentuk penghambaan terhadap Jokowi. Pahala dan dosa dilimpahkan oleh Jokowi, sesuai amal dan ibadah para relawan, tanpa diberi kesempatan untuk pembelaan diri. Kasus Beathor dan Armando, adalah potret penghambaan dan pembangkangan terhadap “sang pencipta” bernama Jokowi.

Beathor sesuai garis tangan, harus menerima nasib sebagai pendosa. Kisah Beathor akhirnya harus didepak dari “syurga” Jokowi. Beathor harus menerima nasib dicopot dari jabatan sebagai tenaga ahli BP Pengentasan Kemiskinan RI.

Sementara pada kesempatan yang sama, Ade Armando memperoleh pahala sebagai pemuas putra mahkota sang dewa, dianugerahan jabatan komisaris Perusahaan Listrik Negara (PLN). Nasib Armando segera berubah, karena memperoleh luxury dengan honorarium per bulan Rp 106.920.000, tunjangan transportasi per bulan, Rp 21.384.000; Tunjangan komunikasi per bulan, Rp. 1.000.000. Dalam sebulan Armando menerima Rp. 128.920.000,-, sebuah penghasilan yang dapat mengangkat status social seseorang dalam sekejap. Perolehan Armando, belum termasuk THR sebesar Rp. 106.920.000,- dan tantiem sebesar Rp. 673.879.500.

Betapa porak-porandanya moral para pemangku kebijakan di negeri ini, tidak segan untuk menjual harga dirinya, demi mengais limbah kekuasaan. Bangsa ini rindu dengan sosok pemimpin seperti Hoegeng atau Baharuddin Lopa. Mereka adalah figure penegak hukum dan pemimpin yang tak lekang oleh kelicikan oligarki dan cukong. Mereka adalah pemimpin yang menempatkan harkat dan martabatnya diatas nafsu rendahnya. Apakah salah jika hari ini rakyat kehilangan rasa hormat, terhadap para pemimpin yang didalam benaknya hanya tersimpan memori “sikat selagi menjabat”.

Berita Terkait

Kejaksaan RI Raih Juara 1 Kategori Pemohon Lelang Eksekusi pada Anugerah Reksa Bandha Tahun 2025
Mushalla SDN 08 Nan Limo Mudik, Terima Bantuan dari Program PAAS BANA
Laksanakan Razia Rutin Kamar WBP, Lapas Bangkinang Kelas IIA
Kapolda Riau Buka Rakorbin SDM, Tekankan Personel Adaptif dan Kolaboratif
Polresta Pekanbaru Sidak Bahan Pokok dan Cek Gorong-gorong, Jaga Stabilitas Pangan dan Antisipasi Banjir Jelang Nataru
Diduga Dilecehkan Oknum Pelaksana Proyek Turap di Balaraja Bogor, Anggota dan Waka DPC AKPERSI Angkat Bicara 
Pengukuhan IKA FKIP UNRI 12 Kabupaten/Kota: Alumni Sepakat Dukung Dr. H. Suhardiman Amby Pimpin Kembali

Berita Terkait

Kamis, 27 November 2025 - 08:25 WIB

Turnamen Sepak Bola Mini Soccer Tingkat Kecamatan, SD Negeri 2 Selatpanjang Raih Juara 1

Jumat, 21 November 2025 - 22:00 WIB

Ketum DPH LAMR Sebut Green Policing Laksana Setitik Cahaya pada Kegelapan yang Panjang

Sabtu, 15 November 2025 - 22:23 WIB

Desain Tugu Selamat Datang Disepakati LAMR dan Dinas Perkim LH

Jumat, 14 November 2025 - 10:34 WIB

LAMR Kepulauan Meranti Terima Bantuan Peralatan Kesenian dari PT Pelindo

Rabu, 12 November 2025 - 13:37 WIB

Datuk Seri Afrizal Cik Mengajar Pantun di Sanggar Pusaka Budaya

Sabtu, 8 November 2025 - 23:41 WIB

Gebyar Bulan Bahasa di SD Negeri 16 Desa Banglas Barat: Meriah dan Inspiratif

Jumat, 7 November 2025 - 01:50 WIB

LAMR Kepulauan Meranti Sambut Kunjungan Kepala Lapas Selatpanjang

Kamis, 6 November 2025 - 11:05 WIB

Kades Banglas Perkenalkan Budaya Melayu kepada Anak-anak PAUD Bestari

Berita Terbaru